Friday, October 10, 2014

Jaran Kepang


                  Mungkin sudah cukup umum ketika sebuah desa memiliki kesenian jaran kepang (kuda lumping). Namun, jaran kepang di Desa ini sedikit berbeda dengan yang disajikan di desa lain. Kuda lumping disini tidak menonjolkan unsur ekstrim ketika ada salah satu pemain yang kerasukan. Mereka lebih menonjolkan unsur intrinsik di dalamnya. Jaran Kepang yang bernama “Argo Laras” ini tidak mengedepankan tarian kuda lumping, memang sepintas mirip namun jika Anda menyaksikan dengan seksama, tarian tersebut berisikan sebuah kisah tentang perang tandhing antara Haryo Panangsang dan Danang Sutawijaya.
            Ketika Anda menonton secara langsung Anda akan dikejutkan dengan sebuah pentas yang sederhana namun indah, alunan musik yang tegas, menggema, dan seirama. Paduan suara saron, demung, kendang dan gong yang juga dibubuhi sedikit sentuhan alat musik modern seperti bass, dan piringan drum membuat suara yang dihasilkan semakin sedap didengar.

Gula Aren Semut

Salah satu hasil olahan aren di desa Peron adalah gula aren semut. Gula yang berbahan dasar air nira yang dihasilkan dari pohon aren ini memiliki bentuk dan rasa yang tidak usah di ragukan lagi. Gula ini dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir, sehingga bisa untuk campuran kopi maupun teh dan rasanyapun tidak kalah dengan gula pasir.
Gula semut merupakan gula merah versi bubuk dan sering pula disebut orang sebagai gula kristal. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yg bersarang di tanah. Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira dari pohon kelapa atau pohon aren (enau). Karena kedua pohon ini masuk jenis tumbuhan palmae maka dalam bahasa asing, secara umum gula semut hanya disebut sebagai Palm Sugar atau Palm Zuiker.

Wednesday, October 8, 2014

Desa Peron


Merupakan sebuah desa di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal atau berada di sebelah selatan dari pusat kota Kabupaten Kendal. Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Tambahsari di sebelah utara, Kabupaten Temanggung di sebelah barat, Kabupaten Semarang di sebelah selatan dan Desa Pakis serta Desa Gondang di sebelah timur. Desa ini mempunyai luas wilayah ± 1.019.614 ha, yang di gunakan untuk lahan pertanian, lahan perkebunan, instansi pemerintahan, kegiatan perekonomian dan fasilitas penunjang lainnya. Secara adminitratif desa ini, terdiri atas 33 RT dan 10 RW yang tersebar di 5 dusun, yaitu Krajan, Manggung, Nampu, Ketro dan Kebon Getas.

Monday, September 1, 2014

Objek wisata Desa Peron : 

Watu Gong

        Watu Gong merupakan sebuah batu yang berada di sekitar Watu Sumong di desa Peron. Batu ini berukuran besar dan mempunyai bentuk menyerupai gong, oleh karena itu di sebut Watu Gong. Menurut cerita dari warga sekitar apabila kita memukul Watu Gong ini, maka suara pukula gongnya akan di dengar oleh masyarakat di kota Parakan, Kabupaten Temanggung.

Api Abadi

        Api Abadi merupakan suatu fenomena alam yang terjadi di Desa Peron. kandungan gas dalam bumi yang muncul kepermukaan menyebabkan terjadinya fenomena ini. Sumber gas ini terdapat di sekitar area Watu Sumong yang muncul di beberapa titik-titik sumber. Sumber gas dapat di di lihat dari gelembung-gelembung air yang muncul dari tanah. Sumber gas ini juga di manfaatkan oleh warga sekitar, seperti untuk membakar sesuatu atau memasak mie dan lain sebagainya.

Api Abadi, Kali Dukun, Curug Pancuran dan Gunung Tedeng.
Kesenian Desa Peron : 
Tari Leak, Tari Jaran Kepang, Warogan dan Ketoprak.